Kembali kugambarkan kisahku ini, masih ditempat yang sama. Tempat yang tidak akan pernah bosan kukunjungi, meski sudah berkali-kali aku disini dan begitu banyak waktu yang kuhabiskan untuk berada di tempat ini. Sendiri adalah suasana yang sangat mendukung untuk aku tetap bisa menikmati tempat ini. Terkadang aku membayangkan ada waktu yang memang khusus tersedia di tempat ini. Awalnya aku belum bisa merasakan tempat ini. Satu-satunya tempat yang bisa membuat perasaan hati ini tenang dan nyaman. Entah apa aura yang tersimpan didalamnya, hingga aku benar-benar merasa nyaman akan tempat ini. Mungkin orang-orang menganggap tempat ini biasa, tanpa ada keistimewaan lebih tapi menurutku tempat ini adalah tempat special. Bukan karena fasilitasnya atau apa yang ingin kulihat dari tempat ini,bukan juga karena orang yang berlalu-lalang melintasi tempat ini, tapi kurasa hanya tempat ini yang bisa buat aku lebih mengerti
Selasa, 03 Mei 2011
“Terjajah” Dunia Jejaring Sosial
Ada yang ngga punya facebook? Ada yang ngga punya
twitter?, kayanya ngga mungkin banget. Hal itu akan sangat jarang kita jumpai
jaman sekarang. Perkembangan teknologi yang semakin kuat memunculkan dunia
jaringan sosial yang semakin pesat juga. Diawali oleh Friendster yang sudah
begitu cepat bersahabat dengan warga Indonesia mulai dari anak sekolahan hingga
orang-orang dewasapun semua memiliki akun di jejaring sosial. Indonesia
dinobatkan menjadi pengguna facebook terbesar di dunia, apalagi dengan lahirnya
twitter, orang Indonesia langsung tidak
mau ketinggalan untuk membuat akun di twitter. Jadi tidak usah heran jika ada
sesuatu hal fenomenal di Indonesia akan jadi trending topic dunia di twitter,
itu bukan karena berita itu sangat fenomenal tapi karena pengguna twitter lebih
banyak orang Indonesia dan semua yang baru dibicarakan di twitter. Hingga
uncullah istilah “alay” untuk orang-orang yang tidak pernah lepas hidupnya dari
facebook dan twitter. Hidup mereka dihabiskan sebagian besar untuk hidup di
dunia maya.
Tidak
dipungkuri memang Mark Zugeberg menciptakan facebook dengan tujuan positif,
semua orang dari berbagai penjuru dunia bisa saling berhubungan, tapi apakah
benar jika semua aktivitas orang-orang hanya dihabiskan di depan layar computer
untuk bisa berkomunikasi dengan banyak orang?. Orang-orang yang akrab dan hidup
dengan nyaman di dunia maya justru di kehidupan dunia nyata tidak akan seasik
saat dijumpai di dunia maya. Orang-orang
jadi malas untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan bahkan untuk
menjadi teman saja tidak bisa berkenalan lalu berhabat tangan tetapi harus
“meng-add” dulu di facebook untuk kemudian menunggu konfirmasi atau
“mem-follow” orang di twitter untuk dihadikan teman apbila sudah “di follow back”.
Sadar
atau tidak, hidup kita sudah “terjajah” oleh jejaring sosial. Tidak ada orang
yang punya akun facebook dan twitter sekarang. Yang dibutuhkan dari kita saat
ini adalah kesadaran bahwa pergaulan kita tidak hanya terjadi di dunia maya,
tetapi juga berlangsung di dunia nyata. Terbukalah dan nikmatilah maka semua
akan terasa nyaman. Jangan jadikan dunia nyata kita terasa asing bagi kita dan
lebih memilih hidup di dunia maya.
Langganan:
Komentar (Atom)