Aku hidup di masa kecil di tahun 90an, hidup di desa kecil di tahun segitu pasti mainan masa kecil akan sangat bervariatif. Bahkan untuk bermain kadang ada musimnya. Saat musim layangan, hampir semua anak-anak di desaku bermain layang-layang. Tidak terkecuali aku yang perempuan, selalu ingin ikut-ikutan mainan anak laki-laki. Alhasil kulitku jadi gelap karena hobi panas-panasan sepulang sekolah. Aku memang tidak bersekolah di desaku, aku disekolahkan di sekolah kecamatan. Enaklah jadi punya banyak teman, teman di sekolah akan berbeda dengan teman main kalau sudah dirumah. Ngga cuma main layang-layang saat musim kemarau. Saat musim panen sudah usai kadang areal persawahan yang kering disulap jadi lapangan sepakbola oleh anak laki-laki. Untuk menghindari efek cedera akibat tanah sawah yang kering dan terbelah-belah maka ditutupi dengan jerami kering, jadi kalau sakit enak lah empuk pastinya. Selain jerami digunakan untuk menutupi tanah yang berongga saat bermain bola, kita juga ser...
Awal Agustus, Hujan dimusim seperti ini sepertinya bukan yang diinginkan petani. Di daerahku saat ini sedang musim panen padi. Hujan jadi suatu hal yang merepotkan kala musim musim panen tiba. Padi yang belum dipetik, ketika malamnya hujan deras, pagi harinya ketika hendak dipetik pasti akan kesulitan karena lahan persawahan menjadi basah dan berlumpur. Beda lagi dengan mereka yang sudah memanen hasil sawahnya, mereka harus bermain dengan waktu siap-siap jika hujan datang mendahului sore maka mereka akan segera bergegas mengamankan hasil jemuran padi. Belum lagi beratnya beban tumpukan padi yang harus dibawa, lumayan sebenarnya untuk melatih otot daripada sibuk ketempat fitnes, angkat-angkat karung padi lumayan bikin kamu berotot kok. Beginilah kehidupan di kampungku, salah satu kampung kecil di sebuah kabupaten kecil. Tidak banyak mata pencaharian di desa ini, lebih banyak dari mereka mengandalkan sawah sebagai pokok mata pencaharian. Areal sawah di kampungku lumayan luas, c...