Langsung ke konten utama

Suka Musiknya.... menenangkan...

Tiap orang pasti suka mendengarkan musik, entah sedang bersantai dirumah, menunggu kemacetan, menemani dalam kereta pasti selalu ada waktu sejenak untuk mendengarkan musik.

Jadi jenis musik apa yang kau suka?

Terlalu banyak genre musik yang sayang sekali untuk tidak didengar, tapi tiap orang pasti punya kesukaan jenis musik tersendiri.

Entah ini jenis musik jazz, groove, fussion jazz, instrumental jazz tapi memang aku mulai menyukainya. Bahkan cenderung kini lebih menyukai band-band indie yang jarang muncul di televisi tapi punya tempat tersendiri untuk didengar.

Alasannya?, berbeda, lain dari kebanyakan, menenangkan, punya idealis didalam lagunya.

Bahkan mulai menyukai instrumental gitar jazz, saxophone jazz, yang bisa didengarkan kapanpun tidak harus menunggu hujan atau malam biar sesuai dengan lagunya. Tidak ada lirik didalamnya tapi bisa memaknainya sendiri. Ada judul didalamnya tapi tidak ada lirik didalamnya, lalu bagaimana kita tahu kalau musik didalam lagu itu menggambarkan judulnya?. Entahlah, yang jelas kita jadi bebas merasakan ketenangan dalam setiap tiupan saxophone dan petikan gitar tanpa peduli arti lirik lagu tersebut.

Lain lagi dengan band indie akustik yang terkadang hanya bermodal gitar akustik tapi dengan vokalis bersuara unik yang tidak banyak ter-expose oleh televisi. Atau juga dengan band indie dengan jenis musik yang unik, tetapi masih masuk ditelinga dengan enaknya. Idealisme bermusik tanpa harus memperdulikan keinginan pasar justru menjadikannya istimewa dan eksklusif. Salah satu menjadikan hal tersebut disukai olehku karena tingkat eksklusifitasnya yang tidak perlu diragukan lagi.
Mereka punya penggemar fanatik tersendiri.

Musik yang santai, menenangkan, dan menyejukkan. Tidak perlu berteriak-teriak tetapi sampai ditelinga dengan baik.

Tidak perlu lirik didalamnya tapi sudah mengena dihati.

Semua memang sesederhana itu dalam mencari kesukaan dalam pendengaran bermusik, tapi setiap musik dibuat dengan tidak sesederhana itu pastinya. Butuh pemikiran, butuh dedikasi keras, butuh ide tinggi, butuh konsentrasi, dan butuh hati untuk cinta dengan lagunya.

Salut untuk mereka yang selalu berjuang dengan apa yang mereka suka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menganti : bukit, pasir putih, karang, tebing, perpaduan yang sempurna

di atas bukit pantai, sesi 1 foto2. semangat buat terbang lagi-lagi eksis pengen terbang tapi keberatan beban, hahaha trio apa ini? yang jelas cakep :D Girlband terbaru tebingnya oke banget lagi-lagi mencoba terbang gaya sok unyu, emang kita unyu sie :p ada penampakan di belakang trio dugong niee #katanya eksis teruss

Kesampean Juga ke Bukit Prau....

Ngga inget tepatnya kapan, ini cerita udah lama banget, tapi kayanya ini jadi salah satu jalan-jalan yang random banget, ngga ada rencana, tiba-tiba berangkat aja cuma gara-gara satu kali ajakan. Iya aku lemah banget kalo urusan diajakin main serba murah. Salah satu temen kuliah lagi pengen naik ke bukit prau, bukit atau gunung gue ngga paham. Tempat yang lagi ngehits gitu di daerah Dieng setelah Sikunir. Dichat diajakin buat nemenin, langsung mau aja tanpa pikir panjang. Pas tanya sama sapa aja, ternyata cuma sama dia doang. Jadilah perjalanan dua wanita mengendarai motor dari Purwokerto menuju Dieng. Udah mirip kaya dua cewe korban patah hati yang lagi nyari pelarian. Karena naik gunung itu peralatannya banyak, dan modalnyaku cuma modal jaket gunung sama nekat, alhasil lainnya minjem deh. Karena dia yang ngajakin, dia juga yang bantuin minjemin peralatan, udah kaya bawa bayi yah mau terima beresnya doang?, ya begitulah untungnya dia rela. Rencananya kita sampe Wonosobo ...

Kampungku - part 2 (Terlalu Indah Mengenang Masa Kecil)

Aku hidup di masa kecil di tahun 90an, hidup di desa kecil di tahun segitu pasti mainan masa kecil akan sangat bervariatif. Bahkan untuk bermain kadang ada musimnya. Saat musim layangan, hampir semua anak-anak di desaku bermain layang-layang. Tidak terkecuali aku yang perempuan, selalu ingin ikut-ikutan mainan anak laki-laki. Alhasil kulitku jadi gelap karena hobi panas-panasan sepulang sekolah. Aku memang tidak bersekolah di desaku, aku disekolahkan di sekolah kecamatan. Enaklah jadi punya banyak teman, teman di sekolah akan berbeda dengan teman main kalau sudah dirumah. Ngga cuma main layang-layang saat musim kemarau. Saat musim panen sudah usai kadang areal persawahan yang kering disulap jadi lapangan sepakbola oleh anak laki-laki. Untuk menghindari efek cedera akibat tanah sawah yang kering dan terbelah-belah maka ditutupi dengan jerami kering, jadi kalau sakit enak lah empuk pastinya. Selain jerami digunakan untuk menutupi tanah yang berongga saat bermain bola, kita juga ser...