Langsung ke konten utama

Publik butuh edukasi yang tepat

Kalau hari ini dirimu merasa kacau dan kesal, apa yang harus kau lakukan?. Berlari sekencang-kencangnya atau berteriak sekeras-kerasnya?.

Saat dalam suatu sistem layanan publik ada yang salah, kau akan diam seakan tidak tahu padahal kau ada didalamnya atau bertindak sebaliknya. Banyak penyimpangan yang terjadi dalam suatu sistem yang jelas-jelas kamu lihat.

Main amankah?, sepertinya memang begitu.

Bekerja sesuai jobdesk tanpa peduli ada suatu yang salah disekitarmu.

Kembali lagi, bekerja memang seharusnya pakai hati. Tidak ada keinginan untuk memperbaiki sistem yang ada, tidak mau memberikan perubahan yang positif. Bekerja seperti robot.

Sistem yang terlalu rumit dalam sebuah layanan publik menjadikan ‘penyimpangan’ publik lebih sering terjadi karena masyarakat tidak ingin dibuat rumit. Pilihannya adalah merubah sistem yang ada atau memaksa publik mengikuti sistem yang ada. Jika sudah diketahui bahwa dengan sistem tersebut lebih banyak terjadi kekeliruan yang tidak bisa diterima masyarakat, apa salahnya merubah sistem untuk meminimalisir hal itu?.

Hal lainnya adalah memberikan edukasi kepada publik jauh lebih penting, perbaiki dulu mental untuk berubah mengikuti aturan yang berlaku. Permudah untuk mengakses aturan tersebut, yang penting publik mau berperan mengikuti aturan yang ada. Bukan sistem yang meyusahkan dan justru membuat publik enggan mengikuti.


Sistem yang sederhana, dapat diterima publik dengan baik dirasa jauh lebih penting untuk mengedukasi publik untuk membangun mental bangsa yang lebih baik lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menganti : bukit, pasir putih, karang, tebing, perpaduan yang sempurna

di atas bukit pantai, sesi 1 foto2. semangat buat terbang lagi-lagi eksis pengen terbang tapi keberatan beban, hahaha trio apa ini? yang jelas cakep :D Girlband terbaru tebingnya oke banget lagi-lagi mencoba terbang gaya sok unyu, emang kita unyu sie :p ada penampakan di belakang trio dugong niee #katanya eksis teruss

Kesampean Juga ke Bukit Prau....

Ngga inget tepatnya kapan, ini cerita udah lama banget, tapi kayanya ini jadi salah satu jalan-jalan yang random banget, ngga ada rencana, tiba-tiba berangkat aja cuma gara-gara satu kali ajakan. Iya aku lemah banget kalo urusan diajakin main serba murah. Salah satu temen kuliah lagi pengen naik ke bukit prau, bukit atau gunung gue ngga paham. Tempat yang lagi ngehits gitu di daerah Dieng setelah Sikunir. Dichat diajakin buat nemenin, langsung mau aja tanpa pikir panjang. Pas tanya sama sapa aja, ternyata cuma sama dia doang. Jadilah perjalanan dua wanita mengendarai motor dari Purwokerto menuju Dieng. Udah mirip kaya dua cewe korban patah hati yang lagi nyari pelarian. Karena naik gunung itu peralatannya banyak, dan modalnyaku cuma modal jaket gunung sama nekat, alhasil lainnya minjem deh. Karena dia yang ngajakin, dia juga yang bantuin minjemin peralatan, udah kaya bawa bayi yah mau terima beresnya doang?, ya begitulah untungnya dia rela. Rencananya kita sampe Wonosobo ...

Titip Rindu Buat Kalian

Kangen? Iya mungkin, tapi akunya kelewat gengsi buat bilang kangen sama kalian. Setahun lepas kita udah balik ke peradaban masing-masing dan Cuma bisa berkabar lewat media sosial. Apa kabar rasanya guyonan kalian kalo ketemu langsung, dicengcengin soal urusan berat badan yang ngga tau kenapa dicengin sama kalian ngga bikin emosi sama sekali, atau sekedar ditoyor kepalanya gara-gara efek geregetan. Toyor sayang pastinya, hahaha.. Sumpah gue kangen kalian di belahan bumi manapun kalian berada, mau dibelahan bumi bekasi, belahan bumi jakarta.,tangerang, ataupun belahan bumi purwokerto. Purwokerto jadi basecamp buat kita yang dari antah berantah ngumpul disini. Gue sama kalian ngga punya hobi yang sama, ngga punya visi yang sama, tapi apalah persamaan kalo ujung-ujungnya bikin basi. Yang anti ngerokok berkedok atlet ada, yang doyannya ngerokok ampe ditakut-takutin paru-parunya bolong tapi tetep bandel ya ada. Populer ngga juga, beprestasi apalagi, tapi tanggung jawabnya m...