Sebutan
“agent of change” sangat akrab di telinga kita saat kita baru masuk menjadi
mahasiswa baru. Kita digadang-gadang akan menjadi seorang agen perubahan. Perubahan
yang bagaimana yang dimaksudkan?setiap kaum muda pasti punya pandangannya
tersendiri.
Anak
muda dan politik, merupakan suatu yang sebenarnya merupakan barang langka jika
digali lebih dalam lagi. Anak muda sekarang akan lebih akrab dengan dunia gadget
dan media sosial yang tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari mereka.
Kegiatan di media sosial ini menjadi sebuah kebiasaan yang sulit untuk
ditinggalkan. Tapi apa sebenarnya aktivitas mereka didalam media sosial
tersebut? Apakah akan menyentuh tentang pembicaraan politik didalamnya? Sampai
sejauh mana sebenarnya anak muda sekarang peka terhadap politik di Indonesia?.
Dalam
UU semua warga negara mempunyai hak yang sama dalam berpolitik, contoh hal
kecil adalah dalam hal berpatisipasi dalam pemilu. Pemilu merupakan langkah
awal partipasi kita dalam berpolitik. Aspirasi kalian akan sangat membantu
bagaimana pemerintahan akan berjalan kedepannya menjadi lebih baik karena satu
suara kita juga akan turut menentukan nasib bangsa ini. Kembali lagi bahwa
demokrasi adalah hak setiap warga untuk aktif berpolitik. UU yang mengatur
bahwa setiap warga negara mempunyai hak berpolitik, berarti tiap warga negara
berhak untuk memilih dan dipilih. Artinya, anak mudapun yang punya kepedulian
tinggi terhadap bangsa ini memiliki kesempatan untuk terjun menjadi seorang
pemimpin dan ikut dalam hal berpolitik. Anak muda pasti punya suatu gagasan
perubahan yang bisa membangkitkan semangat untuk terus mewujudkan tata kelola
pemerintahan yang lebih baik kedepannya.
Saya
sendiri, sebagai mahasiswa fakultas FISIP mengakui bahwa berbicara tentang
politik, birokrasi, dan kawan-kawannya itu sangat rumit dan kaku. Banyak
teori-teori yang diajarkan justru banyak dijalankan sebaliknya saat menjadi
pejabat di birokrasi itu sendiri. penyakit ini yang justru yang membuat enggan
para anak muda untuk mencoba memasuki dunia politik tersebut. Citra buruk yang
telah membayangi perpolitikan di Indonesia justru akan semakin menurunkan minat
kawan-kawan muda semua.
Ada
kawan-kawan muda yang masih berdiri kokoh dan masih memiliki minat yang besar
untuk masuk dalam dunia perpolitikan, tapi langkah kawan muda tidak mudah,
justru perjalanan ini akan berkali kali lipat lebih berat daripada orang-orang
yang menganggap dirinya dewasa dan menganggap sudah mengetahui segalanya
tentang politik. Adanya pandangan yang berbeda datang dari mereka para orang
dewasa yang hanya memandang sebelah mata dan cenderung diabaikan saat
kawan-kawan muda berbicara tentang politik.
Akan sangat bangga untuk para remaja
yang masih semangat membicarakan politik hingga saat ini, aktif melihat
isue-issue terkini yang sedang memanas dikalangan para elite politik dan mereka
bisa memberikan pendapatnya. Hal itu merupakan partisipasi aktif para remaja
sebagai warga negara yang mempunyai hak dalam berpendapat. Disaat remaja yang
yang lain sedang asik menikmati budaya k-pop, sibuk mencari gaya alay, atau
gelisah dengan kegalauannya, saatnya pemuda bangkit untuk mampu menunjukkan
diri bahwa anak muda juga bisa membahas tentang politik.
Pengalaman memang penting, dan
terkadang orang dewasa menganggap mereka memiliki pengalaman yang lebih banyak
dibandingkan dengan yang muda. Anggapan itulah yang membuat para remaja
dipandang sebelah mata oleh sebagian orang dewasa ketika mereka mulai
mebicarakan soal politik. Tidakkah ingat tentang pergerakan Budi Utomo? Atau
pergerakan pemuda lainnya? Itu menjadi awal titik tolak kebangkitan nasional.
Dan taukah kalian? Bahwa mereka yang ada dalam organisasi Budi Utomo merupakan
kaum-kaum muda yang masih memperdulikan bangsanya.
Era Budi Utomo para pemuda harus
menghadapi tekanan penjajah yang terus-menerus mengganggu pergerakan mereka,
untuk di jaman sekarang para remaja dihadapkan dengan diri sendiri. Pilihan
untuk tetap asyik pada kegiatan mereka atau memilih untuk sedikit peduli pada
keadaan Indonesia yang ada sekarang. Remaja bukan dianjurkan untuk menjauhi
pembicaraan berbau politik, justru mereka harus mulai dikenalkan dengan
politik. Diawali dengan pembicaraan ringan supaya tidak terkesan berat, hal ini
akan memotivasi para remaja untuk beperan aktif didalamnya.
Banyak organisasi yang menjadi para
remaja untuk mengekspresikan jiwa politik mereka, membangun suatu pemikiran
untuk bisa dibawakan dan disampaikan di khalayak umum bahwa pemikiran politiknya
patut untuk dilirik bahkan untuk dicermati. Salah satu contoh yang bisa kita
lihat sekarang ada sebuah partai yang mengatasnamakan dirinya sebagai suatu
perubahan, dengan membawa banyak kaum muda didalam kepengurusan partainya. Yang
ingin dilihat disini bahwa bukan peranan partainya, tapi bagaimana partai
tersebut berani mengambil sosok pemuda untuk mendongkrak popularitas mereka.
Partai ini bisa mencari celah, bahwa belum banyak yang melirik pemuda untuk
dijadikan sosok sentral dalam pencitraan mereka. Strategi yang tepat, bahwa
mungkin dengan hal menarik bayak kalangan muda untuk bergabung dalam organisasi
partai tersebut, banyak sosok anak uda yang tertarik terhadap partai tersebut
dan bisa menjaring banyak suara.
Hal
ini membuktikan bahwa suara pemuda masih patut untuk diperhitungkan. Beri ruang
untuk para generasi muda untuk bisa berkecimpung di dunia perpolitikan. Tapi
yang perlu diingat, para pemuda pada walnya mempunyai idealisme tersendiri
sebelum memasuki untuk dunia perpolitikan yang ingin tetap menguatkan posisi
bangsa ini. Jangan sampai idealisme kaum muda ini terkontaminasi dengan
penyakit-penyakit yang terdapat dalam dunia perpolitikan saat ini, sebut saja
dengan korupsi. Politik akan lebih akrab di telinga kita jika hal itu dikaitkan
dengan korupsi. Kondisi bangsa sekarang yang sedang tidak baik akibat ulah
sejumlah oknum yang memanfaatkan jabatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi,
berimbas juga pada keinginan anak muda yang sedikit berkurang untuk turut serta
dalam dunia politik mengingat begitu mengerikannya keadaan yang terjadi
didalamnya saat masuk didalamnya.
Pada
akhirnya yang diperlukan adalah sebuah keberanian, keberanian yang dimiliki
tiap generasi muda dan selalu diyakini bahwa akan selalu dimiliki oleh tiap
kaum muda. Keberanian yang terus dimantapkan dengan keyakinan untuk terus maju
bersama pemuda yang lain untuk bisa memberikan hal lebih kepada bangsa tercinta
ini, mampu menyumbangkan pemikiran yang mampu mengubah bangsa ini kearah yang
lebih baik lagi. Tidak mau terlibat bukan karena mereka acuh, kita hanya perlu
sedikit dorongan untuk bisa dan berani mengutarakan pendapat kita. Peran orang
dewasapun disini sangat dibutuhkan, bimbingan juga sangat diperlukan. Dan
catatan yang paling penting adalah berbicara soal politik itu kebebasa setiap
umat bangsa. Tidak mereka yang pria atau wanita, tidak untuk mereka yang kaya
maupun yang miskin, tidak untuk mereka yang berpendidikan maupun mereka yang
tidak berpendidikan, baik mereka yang tidak mengerti soal politik maupun para
birokrat, baik mereka yang pejabat maupun rakyat, baik mereka yang dewasa
maupun yang muda. Peran generasi muda sangat dibutuhkan untuk mengubah bangsa
ini, semangat mereka, keberanian mereka semua akan membentuk bangsa ini menjadi
yang lebih baik lagi. Pemuda bersiaplah menjadi “agent of change.
*usaha ikutan lomba essay tapi masih perlu belajar lagi
sisca_yohanna
*usaha ikutan lomba essay tapi masih perlu belajar lagi
sisca_yohanna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar