story

Sabtu, 20 April 2013

Begeraklah Bersama Kawan Muda Yang Lain.



Sebutan “agent of change” sangat akrab di telinga kita saat kita baru masuk menjadi mahasiswa baru. Kita digadang-gadang akan menjadi seorang agen perubahan. Perubahan yang bagaimana yang dimaksudkan?setiap kaum muda pasti punya pandangannya tersendiri.
Anak muda dan politik, merupakan suatu yang sebenarnya merupakan barang langka jika digali lebih dalam lagi. Anak muda sekarang akan lebih akrab dengan dunia gadget dan media sosial yang tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari mereka. Kegiatan di media sosial ini menjadi sebuah kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Tapi apa sebenarnya aktivitas mereka didalam media sosial tersebut? Apakah akan menyentuh tentang pembicaraan politik didalamnya? Sampai sejauh mana sebenarnya anak muda sekarang peka terhadap politik di Indonesia?.
Dalam UU semua warga negara mempunyai hak yang sama dalam berpolitik, contoh hal kecil adalah dalam hal berpatisipasi dalam pemilu. Pemilu merupakan langkah awal partipasi kita dalam berpolitik. Aspirasi kalian akan sangat membantu bagaimana pemerintahan akan berjalan kedepannya menjadi lebih baik karena satu suara kita juga akan turut menentukan nasib bangsa ini. Kembali lagi bahwa demokrasi adalah hak setiap warga untuk aktif berpolitik. UU yang mengatur bahwa setiap warga negara mempunyai hak berpolitik, berarti tiap warga negara berhak untuk memilih dan dipilih. Artinya, anak mudapun yang punya kepedulian tinggi terhadap bangsa ini memiliki kesempatan untuk terjun menjadi seorang pemimpin dan ikut dalam hal berpolitik. Anak muda pasti punya suatu gagasan perubahan yang bisa membangkitkan semangat untuk terus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik kedepannya.
Saya sendiri, sebagai mahasiswa fakultas FISIP mengakui bahwa berbicara tentang politik, birokrasi, dan kawan-kawannya itu sangat rumit dan kaku. Banyak teori-teori yang diajarkan justru banyak dijalankan sebaliknya saat menjadi pejabat di birokrasi itu sendiri. penyakit ini yang justru yang membuat enggan para anak muda untuk mencoba memasuki dunia politik tersebut. Citra buruk yang telah membayangi perpolitikan di Indonesia justru akan semakin menurunkan minat kawan-kawan muda semua.
Ada kawan-kawan muda yang masih berdiri kokoh dan masih memiliki minat yang besar untuk masuk dalam dunia perpolitikan, tapi langkah kawan muda tidak mudah, justru perjalanan ini akan berkali kali lipat lebih berat daripada orang-orang yang menganggap dirinya dewasa dan menganggap sudah mengetahui segalanya tentang politik. Adanya pandangan yang berbeda datang dari mereka para orang dewasa yang hanya memandang sebelah mata dan cenderung diabaikan saat kawan-kawan muda berbicara tentang politik.
            Akan sangat bangga untuk para remaja yang masih semangat membicarakan politik hingga saat ini, aktif melihat isue-issue terkini yang sedang memanas dikalangan para elite politik dan mereka bisa memberikan pendapatnya. Hal itu merupakan partisipasi aktif para remaja sebagai warga negara yang mempunyai hak dalam berpendapat. Disaat remaja yang yang lain sedang asik menikmati budaya k-pop, sibuk mencari gaya alay, atau gelisah dengan kegalauannya, saatnya pemuda bangkit untuk mampu menunjukkan diri bahwa anak muda juga bisa membahas tentang politik.
            Pengalaman memang penting, dan terkadang orang dewasa menganggap mereka memiliki pengalaman yang lebih banyak dibandingkan dengan yang muda. Anggapan itulah yang membuat para remaja dipandang sebelah mata oleh sebagian orang dewasa ketika mereka mulai mebicarakan soal politik. Tidakkah ingat tentang pergerakan Budi Utomo? Atau pergerakan pemuda lainnya? Itu menjadi awal titik tolak kebangkitan nasional. Dan taukah kalian? Bahwa mereka yang ada dalam organisasi Budi Utomo merupakan kaum-kaum muda yang masih memperdulikan bangsanya.
            Era Budi Utomo para pemuda harus menghadapi tekanan penjajah yang terus-menerus mengganggu pergerakan mereka, untuk di jaman sekarang para remaja dihadapkan dengan diri sendiri. Pilihan untuk tetap asyik pada kegiatan mereka atau memilih untuk sedikit peduli pada keadaan Indonesia yang ada sekarang. Remaja bukan dianjurkan untuk menjauhi pembicaraan berbau politik, justru mereka harus mulai dikenalkan dengan politik. Diawali dengan pembicaraan ringan supaya tidak terkesan berat, hal ini akan memotivasi para remaja untuk beperan aktif didalamnya.
            Banyak organisasi yang menjadi para remaja untuk mengekspresikan jiwa politik mereka, membangun suatu pemikiran untuk bisa dibawakan dan disampaikan di khalayak umum bahwa pemikiran politiknya patut untuk dilirik bahkan untuk dicermati. Salah satu contoh yang bisa kita lihat sekarang ada sebuah partai yang mengatasnamakan dirinya sebagai suatu perubahan, dengan membawa banyak kaum muda didalam kepengurusan partainya. Yang ingin dilihat disini bahwa bukan peranan partainya, tapi bagaimana partai tersebut berani mengambil sosok pemuda untuk mendongkrak popularitas mereka. Partai ini bisa mencari celah, bahwa belum banyak yang melirik pemuda untuk dijadikan sosok sentral dalam pencitraan mereka. Strategi yang tepat, bahwa mungkin dengan hal menarik bayak kalangan muda untuk bergabung dalam organisasi partai tersebut, banyak sosok anak uda yang tertarik terhadap partai tersebut dan bisa menjaring banyak suara.
Hal ini membuktikan bahwa suara pemuda masih patut untuk diperhitungkan. Beri ruang untuk para generasi muda untuk bisa berkecimpung di dunia perpolitikan. Tapi yang perlu diingat, para pemuda pada walnya mempunyai idealisme tersendiri sebelum memasuki untuk dunia perpolitikan yang ingin tetap menguatkan posisi bangsa ini. Jangan sampai idealisme kaum muda ini terkontaminasi dengan penyakit-penyakit yang terdapat dalam dunia perpolitikan saat ini, sebut saja dengan korupsi. Politik akan lebih akrab di telinga kita jika hal itu dikaitkan dengan korupsi. Kondisi bangsa sekarang yang sedang tidak baik akibat ulah sejumlah oknum yang memanfaatkan jabatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, berimbas juga pada keinginan anak muda yang sedikit berkurang untuk turut serta dalam dunia politik mengingat begitu mengerikannya keadaan yang terjadi didalamnya saat masuk didalamnya.
Pada akhirnya yang diperlukan adalah sebuah keberanian, keberanian yang dimiliki tiap generasi muda dan selalu diyakini bahwa akan selalu dimiliki oleh tiap kaum muda. Keberanian yang terus dimantapkan dengan keyakinan untuk terus maju bersama pemuda yang lain untuk bisa memberikan hal lebih kepada bangsa tercinta ini, mampu menyumbangkan pemikiran yang mampu mengubah bangsa ini kearah yang lebih baik lagi. Tidak mau terlibat bukan karena mereka acuh, kita hanya perlu sedikit dorongan untuk bisa dan berani mengutarakan pendapat kita. Peran orang dewasapun disini sangat dibutuhkan, bimbingan juga sangat diperlukan. Dan catatan yang paling penting adalah berbicara soal politik itu kebebasa setiap umat bangsa. Tidak mereka yang pria atau wanita, tidak untuk mereka yang kaya maupun yang miskin, tidak untuk mereka yang berpendidikan maupun mereka yang tidak berpendidikan, baik mereka yang tidak mengerti soal politik maupun para birokrat, baik mereka yang pejabat maupun rakyat, baik mereka yang dewasa maupun yang muda. Peran generasi muda sangat dibutuhkan untuk mengubah bangsa ini, semangat mereka, keberanian mereka semua akan membentuk bangsa ini menjadi yang lebih baik lagi. Pemuda bersiaplah menjadi “agent of change.

*usaha ikutan lomba essay tapi masih perlu belajar lagi

sisca_yohanna

Tidak ada komentar: