story

Senin, 07 September 2015

Kunjungan ke Pantai Karang Agung Kebumen Supaya Terlihat Sedikit Kekinian

keliatannya sih udah deket, udah keliatan air lautnya gitu, tapi nyatanya?

Ya dan semamkin dekat menuju pantai
Jadi ini cuma lebih karena penasaran sama apa yang udah dibilang sama anak gaul Kebumen yang sering exploring Kebumen katanya. Semenjak banyak program travelling di tipi, sekarang jadi banyak tempat-tempat didaerah yang dulu ngga pernah didatengin sekarang mendadak menjadi temapt ngehits gitu.

Oke pembahasan ini sedikit alay, tapi kalo dilihat memang deretan pantai selatan mana sih yang jelek? kayanya emang ngga pernah ada, semuanya layak buat dicap jadi tempat indah. Makanya Nyi Roror Kidul bedath disana, oke skip yang ini sedikit horor. Dengan wilayah pantai yang langsung berbatasan dengan Samudra Hindia bikin pantai di pesisir Selatan punya ombak yang gede. Jadi pada intinya karena Pantai Karang Agung di Kebumen ini adanya di pantai selatan jadinya ini masuk kategori pantai yang Indah dengan ombak besar. Oke kesimpulan yang aneh.

Buat dateng kesini butuh usaha, karena mobil atau motor kalian ngga bisa parkir langsung didepan pantai terus kalian langsung nyebur ke pantai. Kalian kudu menuruni bukit memasuki wilayah perhutani jadi kalo judulnya buat dateng ke pantai sana adalah menuruni bukit itu artinya kalian tau sendiri saat harus pulangnnya apa yang harus kalian lakukan.
Yee, pada akhirnya menjejakkan kaki di pantai
yang lagi kekinian di Kebumen

Cuma sekedar duduk santai sambil pasang earphone
 di kuping udah cukup pake banget





Ini sambil ngadem, terus tiduran
kalo ngga inget jauh mungkin udah mau
tiduran sampe malem disini
Ya emang ngga bisa bikin istana pasir disini tapi batu karangnya kelewat asik buat ditatap
Biar ada bukti kalo ini gue sendiri yang kesini bukan cuma ambil foto di google
Pada intinya ini pantai emang nyenengin dan bikin betis kaku, tapi emang kudu gitu kalo kata anak trip buat nemuin tempat yang emang layak buat didatengin.

Kapan?... Masih Dalam Bentuk Konsep, Tunggu Saja...

Sudah mulai mengakhawatirkan masa lajangmu sekarang? Umur 24 tahun sepertinya sudah memulainya untuk kalian para wanita. Belum masuk tahap menghawatirkan sekali memang tapi apa jadinya kalo teman-temanmu sudah mulai saling berkirim undangan pernikahan?. Okeh, memang rasanya sedikit aneh saat kemarin rasanya baru sibuk memikirkan bagaimana cara terbaik untuk mengahbiskan waktu bermain dan sekarang pembahasannya sudah beralih mengenai pernikahan. Hah, layaknya seorang wanita dewasa saja walaupun pada kenyataannya memang usia ini sudah tidak bisa disebut remaja lagi walau rasanya enggan sekali untuk megakuinya. Masih sibuk main sana sini tapi teman-temanmu sudah sibuk dengan konsep pernikahannya. Ada yang salah dengan dirimukah?. Sepertinya memang ini semua terasa aneh sekarang kalau tidak sedikit memikirkannya. Konsep berpacaran yang baik untuk menuju jenjang itu saja rasanya belum bisa diartikan dengan baik. Entah ini dinamakan konsep apa saat seorang wanita hanya ingin berfokus dengan bagaimana cara mendapatkan uang sebanyak-banyaknya lewat pekerjaan yang dia sukai dan sibuk mencari modal untuk melanjutkan pendidikan di usia saat yang lainnya sudah sibuk dengan konsep pernikahan. Semoga ini tidak salah, ini ibarat hanya melalui jalan yang sedikit berbelok walaupun pada akhirnya akan melalui jalan yang sama juga, tapi mungkin ada yang lebih suka untuk melewati jalanan yang berkelok, naik turun, banyak semak dan pohon dibandingkan melalui jalan lurus dan sudah tertera petunjuk arah yang jelas layaknya di jalan tol.

Kalaupun konsepmu itu sekarang masih ditertawakan olah banyak temanmu karena terlihat tidak realistis dan hanya untuk sekedar pencitraan sesaat karena memang pada kenyataannya kamupun belum memiliki siapa yang akan diajak untuk membangun konsep pernikahan, tenang kalian tidak sendiri dan saya yakin itu. Tidak ada yang salah, mereka hanya cukup melihatnya entah itu melihat dari jauh maupun dari dekat sekalipun asalkan tidak banyak berkomentar yang tidak penting. Cukup hargai konsep masing-masing daripada kita sendiri karena kita tidak akan pernah tau apa yang terjadi apa yang terjadi di depan nanti, mana yang akan terlihat lebih membahagiakan. Konsepmu yang terlihat tidak realisitis diawal karena terlihat seperti hanya bualan belaka ataupun konsep yang sudah terlalu biasa menurutmu yang hampir bisa ditebak akhirnya.

Soal konsep yang itu-itu saja dan mudah ditebak apakah memang banyak orang yang menyukainya?. Seperti halnya konsep menikah diusia muda, berharap langsung bisa punya anak, suami yang siaga dan akhirnya hidup bahagia. Begitulah singkat ceritanya tanpa memikirkan pertengahan konsepnya sebelum menuju akhirnya, kebanyakan hanya memikirkan begini awalnya lalu berekspetaksi begitu akhirnya. Konsepmu pun seperti itu, seperti mengaharapkan banyak ekspektasi, tapi kamupun memikirkan ekspektasi yang tepat untuk pertengahan konsep sehingga hasilnya mungkin bisa menghasilkan kebahagiaan yang tidak terduga. Kejutan memang tidak pernah menyenangkan sekalipun pada akhirnya memang untuk membuat senang, tapi apa yang diharapkan dari sebuah hal yang tidak kita pikirkan sebelumnnya pasti akan lebih mengarah ke negative surprise untuk berjaga-jaga dibandingkan dengan berpikir positif.

Kalaupun terlihat lambat dengan konsep yang sudah kamu buat padahal kamu tahu bahwa jalan itu punya jarak yang lebih jauh dari yang lain dan kamu belum sama sekali memulainnya, berekspektasilah mungkin saat diawal kamu akan berangkat ternyata ada tambahan sesuatu yang tidak terduga yang tidak didaptkan oleh mereka yang sudah berangkat terlebih dahulu dan itu memacumu dua kali lebih cepat dari yang lain atau berharap jalan yang biasanya lurus itu ternyata sedang dalam perbaikan sehingga perjalanannya akan tersendat. Yang jelas pasti ada saatnya memikirkan mengenai bagaimana menyusun konsep pernikahan itu dimulai dari mencari partner mana yang baik untuk diajak berdiskusi membicarakan mengenai konsep itu, tentunya berdiskusi secara dewasa dan demokratis.