Langsung ke konten utama

Kapan?... Masih Dalam Bentuk Konsep, Tunggu Saja...

Sudah mulai mengakhawatirkan masa lajangmu sekarang? Umur 24 tahun sepertinya sudah memulainya untuk kalian para wanita. Belum masuk tahap menghawatirkan sekali memang tapi apa jadinya kalo teman-temanmu sudah mulai saling berkirim undangan pernikahan?. Okeh, memang rasanya sedikit aneh saat kemarin rasanya baru sibuk memikirkan bagaimana cara terbaik untuk mengahbiskan waktu bermain dan sekarang pembahasannya sudah beralih mengenai pernikahan. Hah, layaknya seorang wanita dewasa saja walaupun pada kenyataannya memang usia ini sudah tidak bisa disebut remaja lagi walau rasanya enggan sekali untuk megakuinya. Masih sibuk main sana sini tapi teman-temanmu sudah sibuk dengan konsep pernikahannya. Ada yang salah dengan dirimukah?. Sepertinya memang ini semua terasa aneh sekarang kalau tidak sedikit memikirkannya. Konsep berpacaran yang baik untuk menuju jenjang itu saja rasanya belum bisa diartikan dengan baik. Entah ini dinamakan konsep apa saat seorang wanita hanya ingin berfokus dengan bagaimana cara mendapatkan uang sebanyak-banyaknya lewat pekerjaan yang dia sukai dan sibuk mencari modal untuk melanjutkan pendidikan di usia saat yang lainnya sudah sibuk dengan konsep pernikahan. Semoga ini tidak salah, ini ibarat hanya melalui jalan yang sedikit berbelok walaupun pada akhirnya akan melalui jalan yang sama juga, tapi mungkin ada yang lebih suka untuk melewati jalanan yang berkelok, naik turun, banyak semak dan pohon dibandingkan melalui jalan lurus dan sudah tertera petunjuk arah yang jelas layaknya di jalan tol.

Kalaupun konsepmu itu sekarang masih ditertawakan olah banyak temanmu karena terlihat tidak realistis dan hanya untuk sekedar pencitraan sesaat karena memang pada kenyataannya kamupun belum memiliki siapa yang akan diajak untuk membangun konsep pernikahan, tenang kalian tidak sendiri dan saya yakin itu. Tidak ada yang salah, mereka hanya cukup melihatnya entah itu melihat dari jauh maupun dari dekat sekalipun asalkan tidak banyak berkomentar yang tidak penting. Cukup hargai konsep masing-masing daripada kita sendiri karena kita tidak akan pernah tau apa yang terjadi apa yang terjadi di depan nanti, mana yang akan terlihat lebih membahagiakan. Konsepmu yang terlihat tidak realisitis diawal karena terlihat seperti hanya bualan belaka ataupun konsep yang sudah terlalu biasa menurutmu yang hampir bisa ditebak akhirnya.

Soal konsep yang itu-itu saja dan mudah ditebak apakah memang banyak orang yang menyukainya?. Seperti halnya konsep menikah diusia muda, berharap langsung bisa punya anak, suami yang siaga dan akhirnya hidup bahagia. Begitulah singkat ceritanya tanpa memikirkan pertengahan konsepnya sebelum menuju akhirnya, kebanyakan hanya memikirkan begini awalnya lalu berekspetaksi begitu akhirnya. Konsepmu pun seperti itu, seperti mengaharapkan banyak ekspektasi, tapi kamupun memikirkan ekspektasi yang tepat untuk pertengahan konsep sehingga hasilnya mungkin bisa menghasilkan kebahagiaan yang tidak terduga. Kejutan memang tidak pernah menyenangkan sekalipun pada akhirnya memang untuk membuat senang, tapi apa yang diharapkan dari sebuah hal yang tidak kita pikirkan sebelumnnya pasti akan lebih mengarah ke negative surprise untuk berjaga-jaga dibandingkan dengan berpikir positif.

Kalaupun terlihat lambat dengan konsep yang sudah kamu buat padahal kamu tahu bahwa jalan itu punya jarak yang lebih jauh dari yang lain dan kamu belum sama sekali memulainnya, berekspektasilah mungkin saat diawal kamu akan berangkat ternyata ada tambahan sesuatu yang tidak terduga yang tidak didaptkan oleh mereka yang sudah berangkat terlebih dahulu dan itu memacumu dua kali lebih cepat dari yang lain atau berharap jalan yang biasanya lurus itu ternyata sedang dalam perbaikan sehingga perjalanannya akan tersendat. Yang jelas pasti ada saatnya memikirkan mengenai bagaimana menyusun konsep pernikahan itu dimulai dari mencari partner mana yang baik untuk diajak berdiskusi membicarakan mengenai konsep itu, tentunya berdiskusi secara dewasa dan demokratis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menganti : bukit, pasir putih, karang, tebing, perpaduan yang sempurna

di atas bukit pantai, sesi 1 foto2. semangat buat terbang lagi-lagi eksis pengen terbang tapi keberatan beban, hahaha trio apa ini? yang jelas cakep :D Girlband terbaru tebingnya oke banget lagi-lagi mencoba terbang gaya sok unyu, emang kita unyu sie :p ada penampakan di belakang trio dugong niee #katanya eksis teruss

Kesampean Juga ke Bukit Prau....

Ngga inget tepatnya kapan, ini cerita udah lama banget, tapi kayanya ini jadi salah satu jalan-jalan yang random banget, ngga ada rencana, tiba-tiba berangkat aja cuma gara-gara satu kali ajakan. Iya aku lemah banget kalo urusan diajakin main serba murah. Salah satu temen kuliah lagi pengen naik ke bukit prau, bukit atau gunung gue ngga paham. Tempat yang lagi ngehits gitu di daerah Dieng setelah Sikunir. Dichat diajakin buat nemenin, langsung mau aja tanpa pikir panjang. Pas tanya sama sapa aja, ternyata cuma sama dia doang. Jadilah perjalanan dua wanita mengendarai motor dari Purwokerto menuju Dieng. Udah mirip kaya dua cewe korban patah hati yang lagi nyari pelarian. Karena naik gunung itu peralatannya banyak, dan modalnyaku cuma modal jaket gunung sama nekat, alhasil lainnya minjem deh. Karena dia yang ngajakin, dia juga yang bantuin minjemin peralatan, udah kaya bawa bayi yah mau terima beresnya doang?, ya begitulah untungnya dia rela. Rencananya kita sampe Wonosobo ...

Titip Rindu Buat Kalian

Kangen? Iya mungkin, tapi akunya kelewat gengsi buat bilang kangen sama kalian. Setahun lepas kita udah balik ke peradaban masing-masing dan Cuma bisa berkabar lewat media sosial. Apa kabar rasanya guyonan kalian kalo ketemu langsung, dicengcengin soal urusan berat badan yang ngga tau kenapa dicengin sama kalian ngga bikin emosi sama sekali, atau sekedar ditoyor kepalanya gara-gara efek geregetan. Toyor sayang pastinya, hahaha.. Sumpah gue kangen kalian di belahan bumi manapun kalian berada, mau dibelahan bumi bekasi, belahan bumi jakarta.,tangerang, ataupun belahan bumi purwokerto. Purwokerto jadi basecamp buat kita yang dari antah berantah ngumpul disini. Gue sama kalian ngga punya hobi yang sama, ngga punya visi yang sama, tapi apalah persamaan kalo ujung-ujungnya bikin basi. Yang anti ngerokok berkedok atlet ada, yang doyannya ngerokok ampe ditakut-takutin paru-parunya bolong tapi tetep bandel ya ada. Populer ngga juga, beprestasi apalagi, tapi tanggung jawabnya m...