story

Rabu, 01 Mei 2013

jaman kecilnya gue vs jaman kecil bocah sekarang


Kapan sie terkahir kali lu main layangan?. Sore tadi gue baru aja main layangan bareng bocahan. Selese ujian, buat ngilangin stress gara2 soal ujian yang bikin naik darah kita ber-cooling down ria dengan main layangan. Sorenya cerah ditambah anginnya yang pas, cocok banget dah buat main layangan. Mahasiswa pertengahan tahun, mainan layangan di depan kontrakan sendiri, emang menjadi bagian hal yang agak aneh tapi itu jadi menyengangkan. Setidaknya kita sejenak terbang kemasa dimana kita masih berlarian di sawah, di lapangan, atau dimanapun buat mainan layangan.
Sebenernya selain kesenangan itu, gue jadi mikir saat kita kesulitan nyari lawan buat adu main layangan. Dimana anak-anak kecil daerah komplek di deket kontrakan? Emang ga ada yang doyan main layangan apa?. Miris emang kalo diliat kegiatan anak kecil dijaman sekarang dibandingin kegiatan mainan gue pas waktu kecil dulu. Pas jaman gue kecil, gue masih bisa main keluar bareng temen-temen buat main yang ga mengeluarkan biaya mahal. Anak kecil jaman dulu mah pegangannya layangan ama gundu kalo sekarang anak kecil pegangannya gadget. Ga tau suatu peningkatan atausuatu degradasi mental. Gue ga mau banyak memojokkan salah satu jaman. Yang jelas gue merasa beruntung masih ngalamin masa kecil dengan mainan layangan ama gundu. Hargai kenangan masa kecilmu karena itu bakalan jadi sesuatu yang berharga yang ga dimiliki sama anak kecil jaman sekarang.

Sisca_yohanna

Desa tertinggi di Pulau Jawa dan depan pintu masuk kompleks candi Arjuna

Acara jalan-jalan ini udah lama tapi baru pengin nunjukin foto2nya sekarang..... dan ini merupakan jalan-jalan kedua gue ke Dieng tapi dengan formasi yang berbeda. ongkosnya murah karena kita ga masuk ke obyek wisata di daerah Dieng, karena kita emang iat jalan-jalan doang. Alhasil selain seneng yang didapet, sakit juga didapet gara-gara selalu kepentok ujan kalo balik dario Dieng.
selamat datang di dieng plateau



nyampe di pintu gerbang desa tertinggi di Pulau Jawa---->Desa Sembungan

Welcome to Sikunir (kawasan Desa Sembungan)

bareng cindut, backgroundnya danau tuh sebenernya tapi ketutup kabut

oke narsis di danau Sikunir

berenti di pinggir jalan karena viewnya bagus

depan pintu masuk juga ada candi
jadi ngapain cari yang berbayar, hehehe

yang penting bisa narsis walau gratis. (Parkir depan pintu masuk candi Arjuna)

Sabtu, 20 April 2013

Welcome to UTS......


Ga usah kaget denger kata UTS, udah semester 6 mah udah bukan barang langka lagi UTS itu apa. Yang jadi bahan pertanyaan itu, tiap kali kamu UTS, udah siap belum?. Masih pada sibuk nyari materi lah, sibuk nyelesein tugas lah. Semua itu pasti bakal selalu keulang tiap kali pada mau UTS. Perasaan udah mau pada lulus, masih kaga pada nyadar aja kalo udah bukan saatnya kita sebenernya kaya gitu. Males, motivasi terbesar buat ga menyentuh materi dan tugas itu adalah males. Entah jenis hormon apa males itu yang ngebuat kita itu jadi kaya enggan melakukan semua aktifitas yang padahal udah jadi suatu keharusan.
Tapi justru ritual semacam ini yang bakal jadi ciri khas menjelang UTS/UAS  yang bakal jadi kenangan terindah, hahaha *mungkin. Bayangin aja kita harus klimpungan nanya jadwal ujian pas semalem sebelum hari ujian, tau sibuk ngopi handut materi yang tebelnya kalo dimpulin udah bisa bikin gunung ujung-ujungnya cuma buat bantalan tidur doang. Usaha yang sangat menjanjikan saat itu adalah tukang fotocopy, omset dagang mereka naik berkali kali lipat. Lanjut ke ritual yang sok-sokan pasang alarm jam disetel di jam 3 pagi dengan alesan mau belajar pagi. Wacana hanya tinggal wacana, bangun jam 3 matiin alarm, lanjut tarik selimut lagi. Ya walaupun kaya gitu itu udah jadi ciri khas musim ujian.  Atau ritual lain dengan baca materi sistem kebut semalem, udah kaya kejar setoran aja baca bukunya padahal ga tau baca materinya bener apa engga, nyangkut di otak apa engga yang penting judulnya baca materi aja.
Walaupun itu salah satu aksi yang sebenernya jauh dari kata untuk dicontoh, setidaknya itu bisa jadi kenang-kenangan pas besok kita udah lulus kuliah nanti, pasti kita bakal senyum-senyum sendiri saat nginget-nginget masa itu, atau kita bakal kangen sama semuanya. Yang terpenting sudah ada usaha dari diri kita buat memulai ujian dengan niat yang baik. Tetep usaha sendiri ya pas ngerjain soal, nikmati proses nyari materi sama belajarnya.

Sisca_yohanna

Begeraklah Bersama Kawan Muda Yang Lain.



Sebutan “agent of change” sangat akrab di telinga kita saat kita baru masuk menjadi mahasiswa baru. Kita digadang-gadang akan menjadi seorang agen perubahan. Perubahan yang bagaimana yang dimaksudkan?setiap kaum muda pasti punya pandangannya tersendiri.
Anak muda dan politik, merupakan suatu yang sebenarnya merupakan barang langka jika digali lebih dalam lagi. Anak muda sekarang akan lebih akrab dengan dunia gadget dan media sosial yang tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari mereka. Kegiatan di media sosial ini menjadi sebuah kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Tapi apa sebenarnya aktivitas mereka didalam media sosial tersebut? Apakah akan menyentuh tentang pembicaraan politik didalamnya? Sampai sejauh mana sebenarnya anak muda sekarang peka terhadap politik di Indonesia?.
Dalam UU semua warga negara mempunyai hak yang sama dalam berpolitik, contoh hal kecil adalah dalam hal berpatisipasi dalam pemilu. Pemilu merupakan langkah awal partipasi kita dalam berpolitik. Aspirasi kalian akan sangat membantu bagaimana pemerintahan akan berjalan kedepannya menjadi lebih baik karena satu suara kita juga akan turut menentukan nasib bangsa ini. Kembali lagi bahwa demokrasi adalah hak setiap warga untuk aktif berpolitik. UU yang mengatur bahwa setiap warga negara mempunyai hak berpolitik, berarti tiap warga negara berhak untuk memilih dan dipilih. Artinya, anak mudapun yang punya kepedulian tinggi terhadap bangsa ini memiliki kesempatan untuk terjun menjadi seorang pemimpin dan ikut dalam hal berpolitik. Anak muda pasti punya suatu gagasan perubahan yang bisa membangkitkan semangat untuk terus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik kedepannya.
Saya sendiri, sebagai mahasiswa fakultas FISIP mengakui bahwa berbicara tentang politik, birokrasi, dan kawan-kawannya itu sangat rumit dan kaku. Banyak teori-teori yang diajarkan justru banyak dijalankan sebaliknya saat menjadi pejabat di birokrasi itu sendiri. penyakit ini yang justru yang membuat enggan para anak muda untuk mencoba memasuki dunia politik tersebut. Citra buruk yang telah membayangi perpolitikan di Indonesia justru akan semakin menurunkan minat kawan-kawan muda semua.
Ada kawan-kawan muda yang masih berdiri kokoh dan masih memiliki minat yang besar untuk masuk dalam dunia perpolitikan, tapi langkah kawan muda tidak mudah, justru perjalanan ini akan berkali kali lipat lebih berat daripada orang-orang yang menganggap dirinya dewasa dan menganggap sudah mengetahui segalanya tentang politik. Adanya pandangan yang berbeda datang dari mereka para orang dewasa yang hanya memandang sebelah mata dan cenderung diabaikan saat kawan-kawan muda berbicara tentang politik.
            Akan sangat bangga untuk para remaja yang masih semangat membicarakan politik hingga saat ini, aktif melihat isue-issue terkini yang sedang memanas dikalangan para elite politik dan mereka bisa memberikan pendapatnya. Hal itu merupakan partisipasi aktif para remaja sebagai warga negara yang mempunyai hak dalam berpendapat. Disaat remaja yang yang lain sedang asik menikmati budaya k-pop, sibuk mencari gaya alay, atau gelisah dengan kegalauannya, saatnya pemuda bangkit untuk mampu menunjukkan diri bahwa anak muda juga bisa membahas tentang politik.
            Pengalaman memang penting, dan terkadang orang dewasa menganggap mereka memiliki pengalaman yang lebih banyak dibandingkan dengan yang muda. Anggapan itulah yang membuat para remaja dipandang sebelah mata oleh sebagian orang dewasa ketika mereka mulai mebicarakan soal politik. Tidakkah ingat tentang pergerakan Budi Utomo? Atau pergerakan pemuda lainnya? Itu menjadi awal titik tolak kebangkitan nasional. Dan taukah kalian? Bahwa mereka yang ada dalam organisasi Budi Utomo merupakan kaum-kaum muda yang masih memperdulikan bangsanya.
            Era Budi Utomo para pemuda harus menghadapi tekanan penjajah yang terus-menerus mengganggu pergerakan mereka, untuk di jaman sekarang para remaja dihadapkan dengan diri sendiri. Pilihan untuk tetap asyik pada kegiatan mereka atau memilih untuk sedikit peduli pada keadaan Indonesia yang ada sekarang. Remaja bukan dianjurkan untuk menjauhi pembicaraan berbau politik, justru mereka harus mulai dikenalkan dengan politik. Diawali dengan pembicaraan ringan supaya tidak terkesan berat, hal ini akan memotivasi para remaja untuk beperan aktif didalamnya.
            Banyak organisasi yang menjadi para remaja untuk mengekspresikan jiwa politik mereka, membangun suatu pemikiran untuk bisa dibawakan dan disampaikan di khalayak umum bahwa pemikiran politiknya patut untuk dilirik bahkan untuk dicermati. Salah satu contoh yang bisa kita lihat sekarang ada sebuah partai yang mengatasnamakan dirinya sebagai suatu perubahan, dengan membawa banyak kaum muda didalam kepengurusan partainya. Yang ingin dilihat disini bahwa bukan peranan partainya, tapi bagaimana partai tersebut berani mengambil sosok pemuda untuk mendongkrak popularitas mereka. Partai ini bisa mencari celah, bahwa belum banyak yang melirik pemuda untuk dijadikan sosok sentral dalam pencitraan mereka. Strategi yang tepat, bahwa mungkin dengan hal menarik bayak kalangan muda untuk bergabung dalam organisasi partai tersebut, banyak sosok anak uda yang tertarik terhadap partai tersebut dan bisa menjaring banyak suara.
Hal ini membuktikan bahwa suara pemuda masih patut untuk diperhitungkan. Beri ruang untuk para generasi muda untuk bisa berkecimpung di dunia perpolitikan. Tapi yang perlu diingat, para pemuda pada walnya mempunyai idealisme tersendiri sebelum memasuki untuk dunia perpolitikan yang ingin tetap menguatkan posisi bangsa ini. Jangan sampai idealisme kaum muda ini terkontaminasi dengan penyakit-penyakit yang terdapat dalam dunia perpolitikan saat ini, sebut saja dengan korupsi. Politik akan lebih akrab di telinga kita jika hal itu dikaitkan dengan korupsi. Kondisi bangsa sekarang yang sedang tidak baik akibat ulah sejumlah oknum yang memanfaatkan jabatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, berimbas juga pada keinginan anak muda yang sedikit berkurang untuk turut serta dalam dunia politik mengingat begitu mengerikannya keadaan yang terjadi didalamnya saat masuk didalamnya.
Pada akhirnya yang diperlukan adalah sebuah keberanian, keberanian yang dimiliki tiap generasi muda dan selalu diyakini bahwa akan selalu dimiliki oleh tiap kaum muda. Keberanian yang terus dimantapkan dengan keyakinan untuk terus maju bersama pemuda yang lain untuk bisa memberikan hal lebih kepada bangsa tercinta ini, mampu menyumbangkan pemikiran yang mampu mengubah bangsa ini kearah yang lebih baik lagi. Tidak mau terlibat bukan karena mereka acuh, kita hanya perlu sedikit dorongan untuk bisa dan berani mengutarakan pendapat kita. Peran orang dewasapun disini sangat dibutuhkan, bimbingan juga sangat diperlukan. Dan catatan yang paling penting adalah berbicara soal politik itu kebebasa setiap umat bangsa. Tidak mereka yang pria atau wanita, tidak untuk mereka yang kaya maupun yang miskin, tidak untuk mereka yang berpendidikan maupun mereka yang tidak berpendidikan, baik mereka yang tidak mengerti soal politik maupun para birokrat, baik mereka yang pejabat maupun rakyat, baik mereka yang dewasa maupun yang muda. Peran generasi muda sangat dibutuhkan untuk mengubah bangsa ini, semangat mereka, keberanian mereka semua akan membentuk bangsa ini menjadi yang lebih baik lagi. Pemuda bersiaplah menjadi “agent of change.

*usaha ikutan lomba essay tapi masih perlu belajar lagi

sisca_yohanna

Senin, 01 April 2013

Menganti : bukit, pasir putih, karang, tebing, perpaduan yang sempurna

di atas bukit pantai, sesi 1 foto2.
semangat buat terbang


lagi-lagi eksis
pengen terbang tapi keberatan beban, hahaha
trio apa ini? yang jelas cakep :D



Girlband terbaru

tebingnya oke banget

lagi-lagi mencoba terbang

gaya sok unyu, emang kita unyu sie :p


ada penampakan di belakang

trio dugong niee #katanya

eksis teruss

Selasa, 26 Maret 2013

Zona "Cinta", katanya....


Ini kisah seorang sahabat, sahabat yang selalu berjuang atas nama cinta (katanya). Cinta, suatu kata yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata namun dapat dirasakan keberadaannya, itu kata orang-orang yang sedang terjebak dalam suatu zona yang disebut cinta oleh orang-orang kebanyakan. Sahabatku menyebut perasaan yang sedang dia alami adalah jatuh cinta, padahal lebih tetapnya itu adalah deg-degan karena grogi berhadapan dengan sesosok pria tampan, sehingga sulit untuk berkata-kata. ya, terserah dia ingin mengatasnamakn apa perasaan itu, tapi yang pasti tiap hari hampir tidak pernah lepas dari topik pembicaraan mengenai sosok tersebut.
Sahabatku ini dengan sigap mendeskripsikan sosok itu mulai dari fisik dari bawah ke atas, hobinya, apa yang dia suka dan apa yang tidak dia suka,semua ativitas kesehariannya, semua dengan lengkap diberitahukan tanpa ada yang tersisa sedikitpun. Apakah hingga mencapai sebegitunya orang yang masuk dalam zona cinta akan mencari tahu semua tentang pasangannya ? . Kalau memang iya, aku akui itu memang luar biasa, berubah menjadi seorang mata-mata dan detektif untuk secara diam-diam mencari tahu.
Bercerita keseruan yang terjadi di setiap kesempatan saat sahabatku itu berpapasan atau sekedar melihat dari kejauhan sosok laki-laki tampan itu. Itu menjadi lanjutan perubahan yang terjadi setelah memasuki zona cinta. Dan apakah yang selanjutnya terjadi saat kau sudah berada di zona itu lalu matamu tiba-tiba menjadi buta? Buta melihat suatu keindahan yang sesungguhnya, buta untuk melihat secara nalar, dan semua orang yang memasuki zona itu akan menjadi orang yang terhipnotis hingga terkadang menjadi sosok yang bukan diri dia sendiri. Menakutkankah? Mau coba? . Inilah satu-satunya zona yang mengerikan tapi semua orang senang untuk masuk didalamnya. Try it.

Rabu, 13 Maret 2013

rasanya ngulang itu......


Oke, untuk pertama kalinya gue ngulang mata kuliah di semester 6. Untuk ukuran ini gue masuk dalam ketegori mahasiswa pinter kan?. Itu sie udah dari dulu, jadi kalian semua ga usah coba untuk mempermasalahkan dan ga usah dibesar-besarin soal kepinteran gue, hahaha...
Yang mau gue ceritain disini adalah gimana rasanya berada di kelas yang isinya mahasiswa unyu-unyu tiba-tiba dimasuki penyusup mahasiswa mateng-mateng. Uw, pasti kalian bakalan jadi pusat perhatian tanpa harus susah-susah jadi Miss Indonesia karena semua mata tertuju padamu.
FYI gue ngulang mata kuliah Sistem Sosial Budaya Indonesia di semester 2, menurut gue semester ini adalah semester yang paling pas buat gue ngulang mata kuliah ini. Waktu itu gue dapet nilai C, itu dikarenakan malem pas mau ujian bukannya sibuk belajar malahan sibuk packing barang karena gue harus sesegera mungkin pindah kosan. Kenapa gue pengen buru-buru pindah kosan? Ntar lain kali gue ceritain detailnya gimananya. Jadi pada intinya gue dapet C bukan karena gue ga bisa ngerjain itu soal, ya emang sie gue ga bisa ngerjain, hehehe tapi yang perlu diliat disini semua terjadi karena adanya faktor X, jadi gue masih dibilang pinter kan? Hahaha...tetep ngarep.
Sebelum gue ngambil mata kuliah ini, gue harus mencari massa, ya paling engga biar ga cengo-cengo amat pas kuliah nanti. Oke gue dapet ajakan dari 2 sahabat gue yang ngajakin ngulang, sebut aja nama mereka Budi sama Andi ( Nama pas jaman SD yang ada di buku bahasa Indonesia kalian). Langsung gue iyain saat itu juga dan segeran buat MoU bareng mereka biar ga bisa seenaknya bolos kuliah sebelum ada persetujuan dari ke 3 pihak dan well, cara ini gue rasa cukup adil dan lumayan memotivasi buat rajin berangkat kuliah.
Oke lanjut ke suasana mata kuliah ngulang menurut pandangan gue yang ntah normal atau engga. Buat gue yang udah ada disemster tua terus ngambil mata kuliah semester 2 itu berasa masuk kawah bromo (untuk yang satu ini terlalu berlebihan), lu bakal ngerasa asing banget walalupun lu udah pada kenal sama adek-adek kelas lu tapi tetep aja ada yang beda saat lu udah masuk kelas dan mulai perkuliahan seperti langsung terbentuk susunan strata silsilah yang berbeda. Anak-anak angkatan tua cenderung duduk ngegerombol bareng anak0anak seusianya begitupun sebaliknya. Kalo ada tugas kelompok juga harus begitu, kalo lu ga dapet kelompok yang seangkatan sama lu, gue jamin lu bakal membusuk cengo di kelompok lu karena dianggurin dan mereka asik ngobrol didunianya sendiri, berasa kita lalet yang ga ngerti arti pembahasan mereka. Ya jelas aja mereka asik ngobrolin artis korea yang lagi in, sedangkan dijaman lu yang in itu susana ama warkop (buseet..tua amat).
Pada akhirnya walaupun ga semua mahasiswa yang ngulang bakal ngalamin hal yang sama tapi yang pasti lu harus butuh adaptasi yang lebih keras daripada biasanya. Dan saran dari gue buat lu yang mau ngulang mata kuliah mending nyari temen dulu deh yang seangkatan, seenggaknya biar ada motivasi lu berangkat kuliah soalnya ada temen lu yang kuliah juga. Kalo ga ada temen yang ngulang mending kaga usah ngulang (ababil banget), daripada nilai lu jelek lagi gara-gara ga optimal ngulangnya kan mubazir ama jatah sks, hehehehe.  Emang sie kuliah itu pada akhirnya semakin kita tua di kampus, semakin kita idup sendiri-sendiri ama temen kita, ga akan ada lagi yang kelar kuliah bareng-bareng terus cabut kuliah bareng, tapi seenggaknya dari hal ini kita bisa tau bahawa kita sebenernya butuh temen.

Sisca_yohanna

galau masa depan???


Kadang gue ngerasa ada untungnya kalo lagi galau, intesitas nulis gue lebih kenceng daripada kalo lagi bahagia. Kalo lagi seneng nie ya, boro-boro inget sama yang namanya nulis, liat laptop bawaannya bukan pengen nulis malah pengen online buat ngekepoin gebetan atau bergosip ria di chatingan ampe shubuh. Ya ga heran sie tulisan yang gue bikin terkadang sok melo dan puitis gitu ,kan lagi galau jadi sah aja dong kalo tulisan gue rada sedikit lebay kalo udah ngebahas hati.
Oke tapi buat saat ini gue pengen nulis karena galau abis baca buku, pasti di otak kalian gue galau gara-gara baca buku tentang percintaan yang ga kesampean atau aktor utamanya endingnya mati gantung diri di pohon toge. Bukan, bukan itu, gue abis baca buku komedi semi inspiratif lah kalo kata gue, bisa bikin ngakak diawal tapi abis itu mikir diakhir tapi untung ga sampe nenggak baygon. Buku itu bahas tentang standar masa-masa sulitnya bikin skripsi ampe akhirnya dia mateng di kampus dan menobatkankan dia jadi MAPALA “Mahasiswa Paling Lama”. Dan yang lebih gue tambah mikir lagi, penulis lebih seneng dibilang kaya gitu ketimbang “Sarjana Pengangguran”. Dan akhirnya dengan otak jenius gue akhirnya gue ikutan mikir dan disambungin ke kehidupan gue. Secara gue masih mahasiswa yang ya lumayan jadi anak mateng, udah semester 6 dan udh mulai perkenalan sama yang namanya gimana cara skripsi yang membuat mata pembimbing skripsi itu berbinar-binar liat outline gue sehingga mengiyakan memakai judul skripsi yang udah gue ajuin.
Simpel emang keliatannya, tapi ga sesimpel pada kenyataannya men, semua butuh usaha dan perjuangan keras dan ga bakal berhasil kalo lo udah bilang nyerah. Sama kaya yang gue baca dibuku itu, dia bangga sama status mahasiswa abadinya tapi dia juga ga nyuruh kita buat ikut-ikutan kaya dia, dia Cuma pengen buka mata kita dan mastiin ke kita apakah kita udah siap dengan dunia diluar kampus? . seneng pas wisuda, nyesek pas cari kerjaan kan juga kita ga mau. Dan itu yang sedang gue pikirin sampe detik ini, apakah gue udah siap kerja? Kerja apaan? Gue sendiri aja bingung. Gue kuliah dijurusan Administrasi Negara yang nguplek2 masalah birokrasi dan kawan-kawannya ampe mabok, tapi gue masih ga yakin apa gue sanggup kalo suruh kerja di pemerintahan gitu? Masuk kerjanya lewat apa juga gue ga tau, secara nyari kerja sekarang ga pandang bulu. Anak peternakan daftar jadi pegawai bank, anak pertanian daftar jadi pegawai bank, terus anak perbankan mau daftar jadi apa? Petani? Ya kalii...
Yang jelas sekarang yang terpenting, gue harus bikin peta masa depan yang jelas biar gue ga tersesat kedepannya, persiapkan planning matang walaupun telor setengah mateng itu enak, zzz... karena dapet dipastikan jalan kita ga akan semulus jol pejagan ataupun cipularang makanya dari sekarang perbanyak dah tuh pengalamanan buat elu semua yang ngakunya ga punya bakat. Gue juga ga punya bakat, maka dari itu gue berusaha belajar banyak dari orang lain. Ga bisa kita temui didiri kita? Coba cari di diri orang lain kemudian tiru dan kembangkan. Believe it.

Sisca_yohanna