Langsung ke konten utama

Kita dan masa depan

Blog yang sudah usang, seusang yang menghuni..ya, setidaknya kembali menghuni blog ini kembali setelah sekian lama tidak terurus.Bagaimana kabar hidup hari ini? masih kembali berkutat dengan kesemuan akan masa depan?. Hmmmm, hal ini ga bakal jadi bener-bener jadi bening kok kalau kamu sendiri terus aja berkutat didalamnya, percaya malah semakin keruh dan semakin tidak terlihat.Pembicaraan tentang masa depan pasti membayangkan yang indah-indah, mana ada yang ingin punya masa depan suram, jelas ga ada, termasuk saya.Punya targetan awal buat masa depan di masa sekarang, itu adalah hal pokok dan penting sebelum membicarakan masa depan jauh ke depan, pikirkan segala rintangan yang bakal dilalui karena yakin dengan sangat rintangan itu pasti akan bukan ada lagi tapi banyak. Justru rintangan itu yang buat masa depan itu semakin cerah, karena sudah teruji kebenarannya kalau masa depanmu itu patut diperjuangkan.Semangat untuk mereka yang sedang memperjuangkan MASA DEPANnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menganti : bukit, pasir putih, karang, tebing, perpaduan yang sempurna

di atas bukit pantai, sesi 1 foto2. semangat buat terbang lagi-lagi eksis pengen terbang tapi keberatan beban, hahaha trio apa ini? yang jelas cakep :D Girlband terbaru tebingnya oke banget lagi-lagi mencoba terbang gaya sok unyu, emang kita unyu sie :p ada penampakan di belakang trio dugong niee #katanya eksis teruss

Kesampean Juga ke Bukit Prau....

Ngga inget tepatnya kapan, ini cerita udah lama banget, tapi kayanya ini jadi salah satu jalan-jalan yang random banget, ngga ada rencana, tiba-tiba berangkat aja cuma gara-gara satu kali ajakan. Iya aku lemah banget kalo urusan diajakin main serba murah. Salah satu temen kuliah lagi pengen naik ke bukit prau, bukit atau gunung gue ngga paham. Tempat yang lagi ngehits gitu di daerah Dieng setelah Sikunir. Dichat diajakin buat nemenin, langsung mau aja tanpa pikir panjang. Pas tanya sama sapa aja, ternyata cuma sama dia doang. Jadilah perjalanan dua wanita mengendarai motor dari Purwokerto menuju Dieng. Udah mirip kaya dua cewe korban patah hati yang lagi nyari pelarian. Karena naik gunung itu peralatannya banyak, dan modalnyaku cuma modal jaket gunung sama nekat, alhasil lainnya minjem deh. Karena dia yang ngajakin, dia juga yang bantuin minjemin peralatan, udah kaya bawa bayi yah mau terima beresnya doang?, ya begitulah untungnya dia rela. Rencananya kita sampe Wonosobo ...

Kampungku - part 2 (Terlalu Indah Mengenang Masa Kecil)

Aku hidup di masa kecil di tahun 90an, hidup di desa kecil di tahun segitu pasti mainan masa kecil akan sangat bervariatif. Bahkan untuk bermain kadang ada musimnya. Saat musim layangan, hampir semua anak-anak di desaku bermain layang-layang. Tidak terkecuali aku yang perempuan, selalu ingin ikut-ikutan mainan anak laki-laki. Alhasil kulitku jadi gelap karena hobi panas-panasan sepulang sekolah. Aku memang tidak bersekolah di desaku, aku disekolahkan di sekolah kecamatan. Enaklah jadi punya banyak teman, teman di sekolah akan berbeda dengan teman main kalau sudah dirumah. Ngga cuma main layang-layang saat musim kemarau. Saat musim panen sudah usai kadang areal persawahan yang kering disulap jadi lapangan sepakbola oleh anak laki-laki. Untuk menghindari efek cedera akibat tanah sawah yang kering dan terbelah-belah maka ditutupi dengan jerami kering, jadi kalau sakit enak lah empuk pastinya. Selain jerami digunakan untuk menutupi tanah yang berongga saat bermain bola, kita juga ser...